Home / News / Digitalisasi

Data Mining dan Big Data Analysis di Perkebunan Kelapa Sawit

Minggu - 22 Nov 2020, 8:57 WIB
Foto: Data mining di perkebunan kelapa sawit menggunakan Electronic Plantation Control System (EPCS)
Editor : Joko Yuwono

Jakarta, Warta Sawit Indonesia -- Sejak majalah The Economist (2017) menerbitkan artikel berjudul The Worlds Most Valuable Resource is No Longer Oil, But Data, topik ini telah melahirkan diskusi panjang dan sekaligus menjadi kredo baru dalam bisnis modern seiring dengan kegiatan ekonomi yang semakin kompleks sebagai imbas dari digitalisasi.

Pandangan ini tentu tidak berlebihan mengingat data sebagai komoditas baru telah melahirkan beberapa perusahaan raksasa seperti Google, Amazon, Apple, Facebook dan Microsoft, yang kian tak terhentikan dan kini perusahaan-perusahaan tersebut terdaftar sebagai perusahaan paling berharga di dunia.

Harus diakui, pada era yang lalu minyak bumi memang menjadi sumberdaya yang paling berharga. Namun sejak dasawarsa terakhir, peran penting minyak bumi telah tergantikan oleh sumberdaya baru yang bertumpu pada teknologi digital dan kini telah mengubah semua data dan informasi dalam format digital (digital transformation).

Transformasi digital sendiri dimaknai sebagai adopsi teknologi digital untuk mengubah layanan atau bisnis melalui peralihan proses dari manual ke digital. Termasuk dalam hal ini adalah mengganti teknologi digital lama dengan teknologi digital yang lebih baru.

 

Baca Juga: Teladan Prima Agro Raup Laba Bersih Rp531,2 Miliar Sepanjang Tahun 2021

Data Mining di Perkebunan Kelapa Sawit

Sebagai sumberdaya yang berharga, data yang tersedia harus memiliki integrasi dan keandalan agar dapat dianalisa secara signifikan guna memberikan wawasan bisnis yang tepat. Melalui integrasi data secara digital ini dimungkinkan adanya inovasi dan kreativitas baru, selain efisiensi dan otomatisasi.

Oleh karenanya pengumpulan data (data mining) di perkebunan kelapa sawit harus diorganisir dengan baik. Setiap pengelolaan data yang tidak tepat pada kenyataannya justru akan mengganggu proses bisnis itu sendiri.

Namun demikian, mengelola sejumlah besar data tersebut juga bukan perkara yang mudah, mengingat besarnya kapasitas dan beragamnya bentuk data perkebunan kelapa sawit. Disisi lain besarnya volume data yang harus dikelola oleh organisasi perusahaan telah menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: Sudah Saatnya Petani Sawit Jadi Pemain Utama Rantai Pasok CPO

Halaman :
BERITA PILIHAN
Berita Lainnya

APROBI Apresiasi Penyesuaian Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Korporasi

Industri Minyak Nabati Dukung Penerapan Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Lingkungan

Ketua GAPKI, Kampanye Hitam Kelapa Sawit Sudah Kelewat Batas

Sustainability

Wilmar Group Lakukan Konservasi Burung Pemangsa di Kalimantan

Korporasi

Sawit Sumbermas Kejar Target Produksi CPO Hingga Akhir Tahun 2020

Korporasi

eKomoditi Indonesia Release ePCS Versi 3.8 Dilengkapi Iris Scanner

Digitalisasi

Sebagai Sumber Energi Terbarukan, Sawit Harus Dapat Insentif Lebih

Energi

Dorong Serapan Minyak Kelapa Sawit, RSPO Dukung Konsep Shared Responsibility

Sustainability

Jepang Siap Tampung Limbah Pabrik Kelapa Sawit Hingga 15 Tahun ke Depan

Sustainability

Implementasikan Program Sawit Rakyat, PTPN III Lakukan Peremajaan

Lingkungan
Plantation Application Software

Astra Grup Perluas Digitalisasi Perkebunan Sawit di Masa Pandemi

Korporasi

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Korporasi

Banyak Konsumen Tidak Mengetahui Minyak Sawit yang Berkelanjutan

Sustainability

Jambi Kekurangan Pabrik Pengolahan Sawit, Apa Dampaknya ke Petani?

Lingkungan

Korindo Group Klaim Telah Moratorium Pembukaan Lahan sejak 2017

Sustainability

Kemenangan Joe Biden Bikin Harga CPO Tembus Level Tertinggi 2020

Ekonomi

Meski Ekspor Sempat Turun, Harga CPO Masih Kuat Nanjak

Ekonomi

Pemerintah Indonesia Pantang Mundur Lawan Diskriminasi Sawit

Agroteknologi

Buka Wawasan Para Milenial, BPDPKS Edukasi Manfaat Sawit

Edukasi

Lawan Kampanye Hitam, BPDPKS Lakukan Edukasi dan Sosialisasi

Agroteknologi
Plantation Application Software

Program Peremajaan Sawit Rakyat Dinilai Pro Petani Sawit

Lingkungan

Edukasi Pencegahan Karhutla Bagi Masyarakat Terus Dilakukan Walau Masa Pandemi

Edukasi

Lewat Dukungan Dana Sawit Dari BPDP-KS, 4.529 Petani Peroleh Pelatihan

Edukasi

GAPKI Selenggarakan Konferensi Internasional Kelapa Sawit Secara Virtual

Sustainability

Mulai Pulih, Industri Sawit Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif

Sustainability

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Ekonomi

Defisit CPO di 2025 Berisiko Ekspansi Lahan Besar-besaran

Edukasi

Industri Lagi Goyang, Ekspor Kelapa Sawit Mampu Tembus USD 10,06 Miliar

Ekonomi

Kembangkan Biodiesel, Pemerintah Kehilangan Potensi Ekspor CPO Rp 41,7 Triliun

Energi

Kelapa Sawit Semakin Berkelanjutan dengan Revolusi Industri 4.0

Digitalisasi
Plantation Application Software

Aspek Teknologi Industri Kelapa Sawit Harus Berbenah

Digitalisasi

Inovasi Teknologi Optimalkan Produksi Sawit di Lahan Gambut

Lingkungan

Pupuk Kaltim Kembangkan Teknologi Pertanian Kelapa Sawit

Digitalisasi

Sawit Berkelanjutan, Kuncinya Sains dan Teknologi

Agroteknologi

Menteri Pertanian: Potensi Sawit Mesti Dikembangkan Untuk Genjot Ekspor

Ekonomi

Astra Agro Raih Environment Social Governance (ESG) Award 2020

Korporasi

Revolusi Industri Digital 4.0 di Perkebunan Kelapa Sawit

Digitalisasi

Hasil Riset IUCN, Kelapa Sawit 9 Kali Lebih Efisien dalam Penggunaan Lahan

Edukasi

WebGIS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Edukasi

Lewat Bahan Bakar Berbahan Sawit, Pemerintah Klaim Ketahanan Energi Nasional Meningkat

Energi
ENGLISH CHANNEL
Lihat Semua