Home / News / Lingkungan

Inovasi Teknologi Optimalkan Produksi Sawit di Lahan Gambut

Sabtu - 21 Nov 2020, 12:32 WIB
Foto: Istimewa
Editor : Joko Yuwono

Jakarta, Warta Sawit Indonesia -- Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Supiandi Sabiham mengatakan, pemanfaatan lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit bisa dimaksimalkan perannya untuk sektor industri lain jika menggunakan teknologi yang tepat.

Bahkan gambut yang dimanfaatkan untuk sawit akan semakin baik dan tidak mudah terdegradasi asalkan juga dikelola secara benar.

"Gambut secara alamiah memang kurang layak, tapi itu dengan teknologi masih bisa diupayakan sehingga bisa diupayakan untuk usaha pertanian khususnya perkebunan kelapa sawit. Pemilihan lahan gambut untuk kelapa sawit memang itu terjadi jika sangat terpaksa, jika tidak ada lahan lain, tapi dengan teknologi bisa diupayakan," ujarnya dalam acara Ngobrol Bareng Gapki seri 5 "Upaya Peningkatan Produktivitas Kebun Sawit di Lahan Gambut" secara virtual, Selasa (14/7/2020).

Supiandi mengakui, tanah gambut memiliki karakter cepat kering dan mudah terbakar pada saat musim kemarau. Tapi hal itu dapat diantisipasi dengan pembangunan sistem drainase yang baik. Membuat kanal beserta parit serta pintu-pintu air yang berfungsi membuang kelebihan air ketika musim hujan dan menahan air saat musim kemarau sangat penting. Dengan begitu, air tanah akan terjaga, sehingga tidak mudah terjadi kebakaran. “Kuncinya adalah pengelolaan yang benar, disiplin, dan berkesinambungan,” tegasnya.

Sementara itu, Head of Agronomy PT Abdi Budi Mulia Syahril Pane mengatakan, dalam mengelola perkebunan yang penting adalah taat pada regulasi atau peraturan yang ada, termasuk dalam hal penggunaan lahan gambut untuk kelapa sawit. Jika tidak taat pada regulasi, maka operasional penanaman akan terganggu.

"Jadi, temen-teman planter jangan khawatir. Bertanam kelapa sawit di lahan gambut, yang penting adalah komitmen kepedulian dan bagaimana kita bisa menyayangi kelapa sawit. Dalam artian peduli," ungkapnya.

Syahril menyadari, memang hal teknis pemanfaatan lahan gambut untuk kelapa sawit harus diantisipasi seperti permukaan air tanah, doyongnya tanaman, hama dan penyakit.

Director Sarawak Tropical Peat Research Institute Lulie Melling menuturkan, perusahaan perkebunan raksasa Malaysia mampu menerapkan teknik yang bisa mencegah kebakaran di atas lahan gambut. Caranya cukup sederhana, yakni dengan mengeraskan atau memadatkan permukaan tanah gambut sebelum ditanami kelapa sawit. Lahan gambut dipadatkan dengan menggunakan alat berat seperti eskavator. Bila ada pohon, batangnya dicabut terlebih dahulu kemudian dipadatkan.

Perusahaan sawit, katanya harus mulai melakukan pemadatan atau teknik kompak untuk lahan gambut. Pemadatan dilakukan menyesuaikan dengan kondisi lahan gambut. Bila lahan gambut masuk kategori virgin pet atau masih sangat basah, maka pemadatan dilakukan lebih intensif, sedangkan pemadatan lebih minim bila kondisi lahan gambut masuk kategori non virgin atau lahan gambut tak banyak kayu di bawah tanah.

Kalau tidak ada pemadatan, musim kemarau pasti mudah terbakar. Selain itu, pohon sawit menjadi kerdil atau tidak tumbuh dengan baik. "Pembukaan lahan gambut untuk sawit sebenarnya meningkatkan kehidupan masyarakat," katanya.

Seperti diketahui, produk komoditas sawit di Indonesia merupakan produk luar biasa. Penyebabnya, ada sekitar 25 hingga 30 Juta masyarakat Indonesia yang bergantung hidupnya pada sektor industri kelapa sawit.

Bahkan, sawit ini sudah hampir satu dekade menjadi komoditas penyumbang devisa ekspor terbesar di mana sumbangannya sudah lebih dari 10% ke APBN. Di sisi lain, meskipun sedang dilanda wabah Covid-19, sawit diyakini tetap memberikan devisa terbesar terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga: eKomoditi Implementasikan IoT dan AI di Pabrik Kelapa Sawit
BERITA PILIHAN
Berita Lainnya

APROBI Apresiasi Penyesuaian Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Korporasi

Industri Minyak Nabati Dukung Penerapan Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Lingkungan

Ketua GAPKI, Kampanye Hitam Kelapa Sawit Sudah Kelewat Batas

Sustainability

Wilmar Group Lakukan Konservasi Burung Pemangsa di Kalimantan

Korporasi

Sawit Sumbermas Kejar Target Produksi CPO Hingga Akhir Tahun 2020

Korporasi

eKomoditi Indonesia Release ePCS Versi 3.8 Dilengkapi Iris Scanner

Digitalisasi

Sebagai Sumber Energi Terbarukan, Sawit Harus Dapat Insentif Lebih

Energi

Dorong Serapan Minyak Kelapa Sawit, RSPO Dukung Konsep Shared Responsibility

Sustainability

Jepang Siap Tampung Limbah Pabrik Kelapa Sawit Hingga 15 Tahun ke Depan

Sustainability

Implementasikan Program Sawit Rakyat, PTPN III Lakukan Peremajaan

Lingkungan
Plantation Application Software

Astra Grup Perluas Digitalisasi Perkebunan Sawit di Masa Pandemi

Korporasi

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Korporasi

Banyak Konsumen Tidak Mengetahui Minyak Sawit yang Berkelanjutan

Sustainability

Jambi Kekurangan Pabrik Pengolahan Sawit, Apa Dampaknya ke Petani?

Lingkungan

Korindo Group Klaim Telah Moratorium Pembukaan Lahan sejak 2017

Sustainability

Kemenangan Joe Biden Bikin Harga CPO Tembus Level Tertinggi 2020

Ekonomi

Meski Ekspor Sempat Turun, Harga CPO Masih Kuat Nanjak

Ekonomi

Pemerintah Indonesia Pantang Mundur Lawan Diskriminasi Sawit

Agroteknologi

Buka Wawasan Para Milenial, BPDPKS Edukasi Manfaat Sawit

Edukasi

Lawan Kampanye Hitam, BPDPKS Lakukan Edukasi dan Sosialisasi

Agroteknologi
Plantation Application Software

Program Peremajaan Sawit Rakyat Dinilai Pro Petani Sawit

Lingkungan

Edukasi Pencegahan Karhutla Bagi Masyarakat Terus Dilakukan Walau Masa Pandemi

Edukasi

Lewat Dukungan Dana Sawit Dari BPDP-KS, 4.529 Petani Peroleh Pelatihan

Edukasi

Data Mining dan Big Data Analysis di Perkebunan Kelapa Sawit

Digitalisasi

GAPKI Selenggarakan Konferensi Internasional Kelapa Sawit Secara Virtual

Sustainability

Mulai Pulih, Industri Sawit Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif

Sustainability

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Ekonomi

Defisit CPO di 2025 Berisiko Ekspansi Lahan Besar-besaran

Edukasi

Industri Lagi Goyang, Ekspor Kelapa Sawit Mampu Tembus USD 10,06 Miliar

Ekonomi

Kembangkan Biodiesel, Pemerintah Kehilangan Potensi Ekspor CPO Rp 41,7 Triliun

Energi
Plantation Application Software

Kelapa Sawit Semakin Berkelanjutan dengan Revolusi Industri 4.0

Digitalisasi

Aspek Teknologi Industri Kelapa Sawit Harus Berbenah

Digitalisasi

Pupuk Kaltim Kembangkan Teknologi Pertanian Kelapa Sawit

Digitalisasi

Sawit Berkelanjutan, Kuncinya Sains dan Teknologi

Agroteknologi

Menteri Pertanian: Potensi Sawit Mesti Dikembangkan Untuk Genjot Ekspor

Ekonomi

Astra Agro Raih Environment Social Governance (ESG) Award 2020

Korporasi

Revolusi Industri Digital 4.0 di Perkebunan Kelapa Sawit

Digitalisasi

Hasil Riset IUCN, Kelapa Sawit 9 Kali Lebih Efisien dalam Penggunaan Lahan

Edukasi

WebGIS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Edukasi

Lewat Bahan Bakar Berbahan Sawit, Pemerintah Klaim Ketahanan Energi Nasional Meningkat

Energi
ENGLISH CHANNEL
Lihat Semua