Home / News / Digitalisasi

Kelapa Sawit Semakin Berkelanjutan dengan Revolusi Industri 4.0

Sabtu - 21 Nov 2020, 12:49 WIB
Foto: Istimewa
Editor : Joko Yuwono

Jakarta, Warta Sawit Indonesia -- Industri 4.0 adalah inovasi dan teknologi yang berperan dalam meningkatkan produktivitas. Penerapan teknologi akan memperkuat keberlanjutan industri, termasuk industri sawit.

Pernyataan tersebut disampaikan Edwin Syahputra Lubis, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), PT Riset Perkebunan Nusantara, pada keterangan pers, Rabu (30/9).

Industri kelapa sawit 4.0 didasarkan pada penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi (didorong oleh inovasi) dengan mengintegrasikan komponen-komponen utama yaitu big data, kecerdasan buatan, interaksi manusia mesin, digital fisik dan bioteknologi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, nilai tambah, inklusivitas dan untuk meminimalkan polusi atau emisi secara berkelanjutan.

"Industri minyak sawit 4.0 merupakan metode produksi baru yang dapat membawa kita mencapai tujuan pembangunan industri berkelanjutan," kata Edwin.

Tujuan revolusi industri sawit 4.0 adalah meningkatkan pendapatan global, meningkatkan kualitas hidup stake holder sawit dan memberikan keuntungan efisiensi dan produktivitas jangka panjang serta sawit yang lestari.

Baca Juga: Transformasi Digital Perkebunan Kelapa Sawit Di Masa Pandemi

"Tujuannya untuk memudahkan pekerjaan, bukan menghilangkan pekerjaan. Supaya stake holder sawit naik kelas dari bekerja kasar di kebun jadi manager yang mengatur dengan digitalisasi," katanya.

Strategi sukses memanfaatkan peluang dan menjawab tantangan revolusi industri sawit 4.0 adalah penggunaan teknologi digital dan inovasi, harmonisasi aturan dan kebijakan sebab inovasi sering tidak sesuai dengan aturan, dan perluas jaringan bisnis industri sawit.

Inovasi teknologi perlu biaya besar sehingga harus menarik investor dari luar. Peningkatan kualitas SDM dan budaya kerja, tanpa ini maka tidak akan berjalan dan perbaikan alur barang dan material. Penerapan pada industri sawit,dimulai dari hulu yaitu teknologi benih, dengan sistem barcode mampu menelusuri riwayat dari mana bahan asal tanaman berasal.

Baca Juga: Transformasi Digital Perkebunan Kelapa Sawit Di Masa Pandemi

Halaman :
BERITA PILIHAN
Berita Lainnya

APROBI Apresiasi Penyesuaian Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Korporasi

Industri Minyak Nabati Dukung Penerapan Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Lingkungan

Ketua GAPKI, Kampanye Hitam Kelapa Sawit Sudah Kelewat Batas

Sustainability

Wilmar Group Lakukan Konservasi Burung Pemangsa di Kalimantan

Korporasi

Sawit Sumbermas Kejar Target Produksi CPO Hingga Akhir Tahun 2020

Korporasi

eKomoditi Indonesia Release ePCS Versi 3.8 Dilengkapi Iris Scanner

Digitalisasi

Sebagai Sumber Energi Terbarukan, Sawit Harus Dapat Insentif Lebih

Energi

Dorong Serapan Minyak Kelapa Sawit, RSPO Dukung Konsep Shared Responsibility

Sustainability

Jepang Siap Tampung Limbah Pabrik Kelapa Sawit Hingga 15 Tahun ke Depan

Sustainability

Implementasikan Program Sawit Rakyat, PTPN III Lakukan Peremajaan

Lingkungan
Plantation Application Software

Astra Grup Perluas Digitalisasi Perkebunan Sawit di Masa Pandemi

Korporasi

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Korporasi

Banyak Konsumen Tidak Mengetahui Minyak Sawit yang Berkelanjutan

Sustainability

Jambi Kekurangan Pabrik Pengolahan Sawit, Apa Dampaknya ke Petani?

Lingkungan

Korindo Group Klaim Telah Moratorium Pembukaan Lahan sejak 2017

Sustainability

Kemenangan Joe Biden Bikin Harga CPO Tembus Level Tertinggi 2020

Ekonomi

Meski Ekspor Sempat Turun, Harga CPO Masih Kuat Nanjak

Ekonomi

Pemerintah Indonesia Pantang Mundur Lawan Diskriminasi Sawit

Agroteknologi

Buka Wawasan Para Milenial, BPDPKS Edukasi Manfaat Sawit

Edukasi

Lawan Kampanye Hitam, BPDPKS Lakukan Edukasi dan Sosialisasi

Agroteknologi
Plantation Application Software

Program Peremajaan Sawit Rakyat Dinilai Pro Petani Sawit

Lingkungan

Edukasi Pencegahan Karhutla Bagi Masyarakat Terus Dilakukan Walau Masa Pandemi

Edukasi

Lewat Dukungan Dana Sawit Dari BPDP-KS, 4.529 Petani Peroleh Pelatihan

Edukasi

Data Mining dan Big Data Analysis di Perkebunan Kelapa Sawit

Digitalisasi

GAPKI Selenggarakan Konferensi Internasional Kelapa Sawit Secara Virtual

Sustainability

Mulai Pulih, Industri Sawit Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif

Sustainability

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Ekonomi

Defisit CPO di 2025 Berisiko Ekspansi Lahan Besar-besaran

Edukasi

Industri Lagi Goyang, Ekspor Kelapa Sawit Mampu Tembus USD 10,06 Miliar

Ekonomi

Kembangkan Biodiesel, Pemerintah Kehilangan Potensi Ekspor CPO Rp 41,7 Triliun

Energi
Plantation Application Software

Aspek Teknologi Industri Kelapa Sawit Harus Berbenah

Digitalisasi

Inovasi Teknologi Optimalkan Produksi Sawit di Lahan Gambut

Lingkungan

Pupuk Kaltim Kembangkan Teknologi Pertanian Kelapa Sawit

Digitalisasi

Sawit Berkelanjutan, Kuncinya Sains dan Teknologi

Agroteknologi

Menteri Pertanian: Potensi Sawit Mesti Dikembangkan Untuk Genjot Ekspor

Ekonomi

Astra Agro Raih Environment Social Governance (ESG) Award 2020

Korporasi

Revolusi Industri Digital 4.0 di Perkebunan Kelapa Sawit

Digitalisasi

Hasil Riset IUCN, Kelapa Sawit 9 Kali Lebih Efisien dalam Penggunaan Lahan

Edukasi

WebGIS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Edukasi

Lewat Bahan Bakar Berbahan Sawit, Pemerintah Klaim Ketahanan Energi Nasional Meningkat

Energi
ENGLISH CHANNEL
Lihat Semua