Home / News / Digitalisasi

eKomoditi Indonesia Release ePCS Versi 3.8 Dilengkapi Iris Scanner

Selasa - 01 Des 2020, 7:32 WIB
Foto: EPCS Versi3.8 dilengkapi iris biometric authentication system
Editor : Joko Yuwono

Jakarta, Warta Sawit Indonesia -- Tepat 4 tahun sejak beroperasi di Indonesia, eKomoditi Solutions Indonesia secara resmi merelease perangkat flagship terbarunya yakni software perkebubunan berbasis android smartphone bernama ePCS versi 3.8, yang menyajikan teknologi pemindai iris mata alias iris scanner.

Sebagaimana diketahui, ePCS atau Electronic Plantation Control System merupakan aplikasi pengelolaan bisnis proses di perkebunan berbasis android smartphone yang sudah diimplemetasikan di beberapa perkebunan kelapa sawit dan karet di Indonesia sejak tahun 2015.

EPCS versi 3.8 ini merupakan modifikasi dari versi sebelumnya untuk absensi kehadiran dan semua kegiatan karyawan di lapangan. Mulai akhir 2019 tim IT dari eKomoditi Solutions Indonesia berhasil mengintegrasikan absensi kehadiran menggunakan iris scannner untuk menggantikan scan barcode.

Sebagai sebuah Software as a Services perkebunan, ePCS telah menjadi solusi penting dalam mengatasi permasalahan business process perkebunan kelapa sawit yang dikenal sangat rumit dan kompleks, diantaranya absensi karyawan, penugasan di lapangan, taksasi dan proses panen, transportasi (vehicle), mill dan lain-lain.

Baca Juga: Teladan Prima Agro Raup Laba Bersih Rp531,2 Miliar Sepanjang Tahun 2021

Kompleksitas business process perkebunan kelapa sawit selama ini diakui menjadi kendala signifikan untuk memenuhi prinsip sustainaility dan treacebility sehingga memunculkan masalah baru yang lebih besar, yakni ditolaknya produk CPO Indonesia oleh Uni Eropa.

Untuk mengatasi tantangan yang disajikan oleh metode keterlacakan saat ini, eKomoditi mengembangkan aplikasi software secara digital bernama Electronic Plantation Control System (ePCS). Melalui ePCS akan diketahui asal geografis buah kelapa sawit, termasuk identitas petani dan legalitas kebun, sehingga sangat meningkatkan keterlacakan (traceability) dalam rantai pasokan global, karena semua dicatat secara digital dan transparan menggunakan perangkat cerdas ePCS.

Dalam wawancara dengan The Palm Scribe beberapa waktu lalu, Ferron Haryanto, selaku CEO eKomoditi Solutions Indonesia mengatakan teknologi ini dapat melacak kemana saja buah kelapa sawit didistribusikan dari perkebunan sampai dengan restoran yang menggunakannya.

Baca Juga: Sudah Saatnya Petani Sawit Jadi Pemain Utama Rantai Pasok CPO

Halaman :
BERITA PILIHAN
Berita Lainnya

APROBI Apresiasi Penyesuaian Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Korporasi

Industri Minyak Nabati Dukung Penerapan Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Lingkungan

Ketua GAPKI, Kampanye Hitam Kelapa Sawit Sudah Kelewat Batas

Sustainability

Wilmar Group Lakukan Konservasi Burung Pemangsa di Kalimantan

Korporasi

Sawit Sumbermas Kejar Target Produksi CPO Hingga Akhir Tahun 2020

Korporasi

Sebagai Sumber Energi Terbarukan, Sawit Harus Dapat Insentif Lebih

Energi

Dorong Serapan Minyak Kelapa Sawit, RSPO Dukung Konsep Shared Responsibility

Sustainability

Jepang Siap Tampung Limbah Pabrik Kelapa Sawit Hingga 15 Tahun ke Depan

Sustainability

Implementasikan Program Sawit Rakyat, PTPN III Lakukan Peremajaan

Lingkungan

Astra Grup Perluas Digitalisasi Perkebunan Sawit di Masa Pandemi

Korporasi
Plantation Application Software

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Korporasi

Banyak Konsumen Tidak Mengetahui Minyak Sawit yang Berkelanjutan

Sustainability

Jambi Kekurangan Pabrik Pengolahan Sawit, Apa Dampaknya ke Petani?

Lingkungan

Korindo Group Klaim Telah Moratorium Pembukaan Lahan sejak 2017

Sustainability

Kemenangan Joe Biden Bikin Harga CPO Tembus Level Tertinggi 2020

Ekonomi

Meski Ekspor Sempat Turun, Harga CPO Masih Kuat Nanjak

Ekonomi

Pemerintah Indonesia Pantang Mundur Lawan Diskriminasi Sawit

Agroteknologi

Buka Wawasan Para Milenial, BPDPKS Edukasi Manfaat Sawit

Edukasi

Lawan Kampanye Hitam, BPDPKS Lakukan Edukasi dan Sosialisasi

Agroteknologi

Program Peremajaan Sawit Rakyat Dinilai Pro Petani Sawit

Lingkungan
Plantation Application Software

Edukasi Pencegahan Karhutla Bagi Masyarakat Terus Dilakukan Walau Masa Pandemi

Edukasi

Lewat Dukungan Dana Sawit Dari BPDP-KS, 4.529 Petani Peroleh Pelatihan

Edukasi

Data Mining dan Big Data Analysis di Perkebunan Kelapa Sawit

Digitalisasi

GAPKI Selenggarakan Konferensi Internasional Kelapa Sawit Secara Virtual

Sustainability

Mulai Pulih, Industri Sawit Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif

Sustainability

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Ekonomi

Defisit CPO di 2025 Berisiko Ekspansi Lahan Besar-besaran

Edukasi

Industri Lagi Goyang, Ekspor Kelapa Sawit Mampu Tembus USD 10,06 Miliar

Ekonomi

Kembangkan Biodiesel, Pemerintah Kehilangan Potensi Ekspor CPO Rp 41,7 Triliun

Energi

Kelapa Sawit Semakin Berkelanjutan dengan Revolusi Industri 4.0

Digitalisasi
Plantation Application Software

Aspek Teknologi Industri Kelapa Sawit Harus Berbenah

Digitalisasi

Inovasi Teknologi Optimalkan Produksi Sawit di Lahan Gambut

Lingkungan

Pupuk Kaltim Kembangkan Teknologi Pertanian Kelapa Sawit

Digitalisasi

Sawit Berkelanjutan, Kuncinya Sains dan Teknologi

Agroteknologi

Menteri Pertanian: Potensi Sawit Mesti Dikembangkan Untuk Genjot Ekspor

Ekonomi

Astra Agro Raih Environment Social Governance (ESG) Award 2020

Korporasi

Revolusi Industri Digital 4.0 di Perkebunan Kelapa Sawit

Digitalisasi

Hasil Riset IUCN, Kelapa Sawit 9 Kali Lebih Efisien dalam Penggunaan Lahan

Edukasi

WebGIS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Edukasi

Lewat Bahan Bakar Berbahan Sawit, Pemerintah Klaim Ketahanan Energi Nasional Meningkat

Energi
ENGLISH CHANNEL
Lihat Semua