Home / News / Digitalisasi

Revolusi Industri Digital 4.0 di Perkebunan Kelapa Sawit

Selasa - 29 Sep 2020, 21:35 WIB
Foto: Istimewa
Editor : Joko Yuwono

Jakarta, Warta Sawit Indonesia -- Pada saat ini dunia tengah berada di era revolusi industri Ke-4 (Industry 4.0) yang diwarnai implementasi kecerdasan buatan (artificial intelligence), super komputer, bigdata, cloud computation, dan inovasi digital yang terjadi dalam kecepatan eksponensial luar biasa yang akan berdampak secara langsung terhadap ekonomi, industri, pemerintahan, dan bahkan politik global.

Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan proses industrialisasi yang cerdas (smart industry) mengacu pada peningkatan otomatisasi, machine-to-machine dan komunikasi human-to-machine, artificial intelligence (AI), serta pengembangan teknologi digital berkelanjutan.

Revolusi Industri 4.0 juga dimaknai sebagai upaya transformasi menuju perbaikan proses dengan mengintegrasikan lini produksi (production line) dengan dunia siber, dimana semua proses produksi berjalan secara online melalui koneksi internet sebagai penopang utama.

 

Road Map Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Baca Juga: Transformasi Digital Perkebunan Kelapa Sawit Di Masa Pandemi

Di Indonesia penerapan industri 4.0 diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi, mengurangi biaya operasional, serta efisiensi yang berujung pada meningkatkan ekspor produk dalam negeri. Dalam rangka percepatan implementasi Industri 4.0, Indonesia telah menyusun peta jalan (road-map) industri 4.0 dengan menetapkan lima sektor manufaktur yang akan menjadi prioritas utama dalam pengembangannya, antara lain industri makanan dan minuman, otomotif, elektronika, tekstil, dan kimia.

Kelima sektor industri tersebut diunggulkan mengingat selama ini telah menunjukkan kontribusinya yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sekadar contoh, industri makanan dan minuman, khususnya industri kelapa sawit, memiliki pangsa pasar dengan pertumbuhan mencapai 9,23% pada tahun 2017. Selain itu, industri tersebut juga menjadi penyumbang devisa terbesar dari sektor non-migas yang mencapai hingga 34,33% di tahun 2017.

Besarnya kontribusi sektor industri makanan dan minuman juga dapat dilihat dari nilai ekspor yang mencapai 31,7 miliar dollar AS pada tahun 2017, bahkan mengalami surplus neraca perdagangan bila dibandingkan dengan nilai impornya yang hanya sebesar 9,6 miliar dollar AS. Angka ini sekaligus menempatkan industri minyak sawit sebagai penyumbang devisa terbesar bagi negara.

Guna meningkatan produktivitas dan efisiensi secara optimal maka teknologi pendukung revolusi industri 4.0 mutlak segera diimplementasikan, antara lain penerapan Internet of Things (IoT), Advance Robotic (AR), Artificial Intelligence (AI) dan Digitalized Infrastructure (DI).

Baca Juga: Transformasi Digital Perkebunan Kelapa Sawit Di Masa Pandemi

Halaman :
BERITA PILIHAN
Berita Lainnya

APROBI Apresiasi Penyesuaian Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Korporasi

Industri Minyak Nabati Dukung Penerapan Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Lingkungan

Ketua GAPKI, Kampanye Hitam Kelapa Sawit Sudah Kelewat Batas

Sustainability

Wilmar Group Lakukan Konservasi Burung Pemangsa di Kalimantan

Korporasi

Sawit Sumbermas Kejar Target Produksi CPO Hingga Akhir Tahun 2020

Korporasi

eKomoditi Indonesia Release ePCS Versi 3.8 Dilengkapi Iris Scanner

Digitalisasi

Sebagai Sumber Energi Terbarukan, Sawit Harus Dapat Insentif Lebih

Energi

Dorong Serapan Minyak Kelapa Sawit, RSPO Dukung Konsep Shared Responsibility

Sustainability

Jepang Siap Tampung Limbah Pabrik Kelapa Sawit Hingga 15 Tahun ke Depan

Sustainability

Implementasikan Program Sawit Rakyat, PTPN III Lakukan Peremajaan

Lingkungan
Plantation Application Software

Astra Grup Perluas Digitalisasi Perkebunan Sawit di Masa Pandemi

Korporasi

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Korporasi

Banyak Konsumen Tidak Mengetahui Minyak Sawit yang Berkelanjutan

Sustainability

Jambi Kekurangan Pabrik Pengolahan Sawit, Apa Dampaknya ke Petani?

Lingkungan

Korindo Group Klaim Telah Moratorium Pembukaan Lahan sejak 2017

Sustainability

Kemenangan Joe Biden Bikin Harga CPO Tembus Level Tertinggi 2020

Ekonomi

Meski Ekspor Sempat Turun, Harga CPO Masih Kuat Nanjak

Ekonomi

Pemerintah Indonesia Pantang Mundur Lawan Diskriminasi Sawit

Agroteknologi

Buka Wawasan Para Milenial, BPDPKS Edukasi Manfaat Sawit

Edukasi

Lawan Kampanye Hitam, BPDPKS Lakukan Edukasi dan Sosialisasi

Agroteknologi
Plantation Application Software

Program Peremajaan Sawit Rakyat Dinilai Pro Petani Sawit

Lingkungan

Edukasi Pencegahan Karhutla Bagi Masyarakat Terus Dilakukan Walau Masa Pandemi

Edukasi

Lewat Dukungan Dana Sawit Dari BPDP-KS, 4.529 Petani Peroleh Pelatihan

Edukasi

Data Mining dan Big Data Analysis di Perkebunan Kelapa Sawit

Digitalisasi

GAPKI Selenggarakan Konferensi Internasional Kelapa Sawit Secara Virtual

Sustainability

Mulai Pulih, Industri Sawit Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif

Sustainability

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Ekonomi

Defisit CPO di 2025 Berisiko Ekspansi Lahan Besar-besaran

Edukasi

Industri Lagi Goyang, Ekspor Kelapa Sawit Mampu Tembus USD 10,06 Miliar

Ekonomi

Kembangkan Biodiesel, Pemerintah Kehilangan Potensi Ekspor CPO Rp 41,7 Triliun

Energi
Plantation Application Software

Kelapa Sawit Semakin Berkelanjutan dengan Revolusi Industri 4.0

Digitalisasi

Aspek Teknologi Industri Kelapa Sawit Harus Berbenah

Digitalisasi

Inovasi Teknologi Optimalkan Produksi Sawit di Lahan Gambut

Lingkungan

Pupuk Kaltim Kembangkan Teknologi Pertanian Kelapa Sawit

Digitalisasi

Sawit Berkelanjutan, Kuncinya Sains dan Teknologi

Agroteknologi

Menteri Pertanian: Potensi Sawit Mesti Dikembangkan Untuk Genjot Ekspor

Ekonomi

Astra Agro Raih Environment Social Governance (ESG) Award 2020

Korporasi

Hasil Riset IUCN, Kelapa Sawit 9 Kali Lebih Efisien dalam Penggunaan Lahan

Edukasi

WebGIS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Edukasi

Lewat Bahan Bakar Berbahan Sawit, Pemerintah Klaim Ketahanan Energi Nasional Meningkat

Energi
ENGLISH CHANNEL
Lihat Semua