Kegunaan software aplikasi EPCS antara lain untuk meningkatkan efisiensi proses dan operasional khususnya menyangkut kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak tenaga kerja seperti misalnya pekerjaan rutin di lapangan (infield-activity) antara lain perawatan tanaman, perawatan lahan, kegiatan pemupukan, penyiangan, pemanenan dan pengangkutan buah (TBS) hingga penimbangan dan sortasi.
Menurut Chief Executive Officer (CEO) eKomoditi Indonesia, Ferron Haryanto, aplikasi EPCS pada prinsipnya untuk mengganti proses manual (konvensional) dengan teknologi digital, sehingga mempercepat pengiriman data, menciptakan transparansi, menghindari manipulasi laporan dan menekan biaya operasional.
“Sistem digital dapat menekan dan meminimalisir kecurangan karena terdapat kegiatan kontrol secara digital, sehingga akan tercipta efisiensi biaya dan membantu peningkatan produktifitas industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia,” kata Ferron.
Aplikasi EPCS yang kembangkan oleh eKomoditi Indonesia juga menawarkan solusi pemetaan lahan milik perseoran. Semua aktivitas kegiatan operasional di lapangan dapat direcord hingga ke blok terkecil. Hal ini selain untuk menghindari overlapping pekerjaan sekaligus untuk pemantauan proses bisnis secara keseluruhan melalui aplikasi.
Baca Juga: Bumitama Percepat Digitalisasi di Lini Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit
Sementara untuk software aplikasi EPLAS akan diimplementasikan untuk kantor pusat yang berada di Medan.
Sistem ini sangat bermanfaat untuk perhitungan laba rugi usaha perkebunan, menunjang proses perencanaan dan eksekusi program agar berjalan tepat waktu dan sasaran, memberikan informasi yang aktual dan terpercaya sehingga memudahkan manajemen dalam pengambilan keputusan, serta memastikan masing-masing estate berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Awal bulan ini telah diselenggarakan kick-off meeting dengan melibatkan seluruh key-user dan end-user dari semua lini bisnis. Seremonial ini digelar sebagai tanda dimulainya rangkaian proses implementasi teknologi digital.
Tahap ini sendiri direncanakan akan selesai pada Desember 2021, sehingga ditargetkan pada awal tahun depan semua operasional perkebunan milik PSU sudah menggunakan teknologi digital.
Baca Juga: Bumitama Percepat Digitalisasi di Lini Bisnis Perkebunan Kelapa SawitDukung kami menyajikan berita akurat, terpercaya dan independen. Berkontribusi sekarang melalui link Google berikut ini.