Home / News / Korporasi

BUMD Perkebunan Sumatra Utara (PSU) Terapkan Transformasi Digital

Rabu - 21 Jul 2021, 21:49 WIB
Foto: Ilustrasi petani sedang memanen buah sawit
Editor : Joko Yuwono | Tim Redaksi

Jakarta, Warta Sawit Indonesia -- PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU) bertekad melakukan berbagai inovasi dan transformasi sehingga ke depan dapat menghasilkan profit atau keuntungan.

PT. Perkebunan Sumatera Utara (PSU) merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Utara yang didirikan berdasarkan Perda Propinsi Sumatera Utara tahun 1979.

Hingga akhir tahun 2020, PT Perkebunan Sumatera Utara memiliki lahan seluas 14.332,71 hektar dengan luas produksi atau Tanaman Menghasilkan (TM) 9.169,43 hektar. Sedangkan sisanya merupakan lahan pembibitan, replanting, Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan areal tidak bertanam lainnya.

Komoditas yang dihasilkan dari perkebunan kelapa sawit antara lain minyak sawit mentah (crude palm oil), inti kernel kelapa sawit (kernel oil) dan tandan buah segar (TBS).

Good Corporate Governance

Dalam rangka mewujudkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) PT Perkebunan Sumatera Utara bertekad melakukan berbagai inovasi dan transformasi sehingga ke depan dapat menghasilkan profit atau keuntungan maksimal.

Sejumlah upaya pun telah dilakukan oleh PT Perkebunan Sumatera Utara. Menurut Direktur Utama, Ghazali Arief, saat ini pihaknya sedang menggelar sejumlah inovasi diberbagai bidang. Seperti misalnya membuat kerjasama operasi, memperbaiki pabrik minyak kelapa sawit, memperbaiki dan menambah unit boiler, dan penggunaan teknologi digital untuk memodernisasi perkebunan kelapa sawit miliknya.

“Dengan mengimplementasikan teknologi digital maka kami bisa meminimalisir peluang terjadinya tindak manipulasi,” kata Ghazali Arief.

Adapun transformasi digital yang diimplementasikan di PT Perkebunan Sumatra Utara antara lain meliputi penggunaan software aplikasi Electronic Plantation Control System (EPCS) di tiga estate dan di dua pabrik pengolahan minyak sawit yang berlokasi di Mandailing Natal, Sumatra Utara.

Kegunaan software aplikasi EPCS antara lain untuk meningkatkan efisiensi proses dan operasional khususnya menyangkut kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak tenaga kerja seperti misalnya pekerjaan rutin di lapangan (infield-activity) antara lain perawatan tanaman, perawatan lahan, kegiatan pemupukan, penyiangan, pemanenan dan pengangkutan buah (TBS) hingga penimbangan dan sortasi.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) eKomoditi Indonesia, Ferron Haryanto, aplikasi EPCS pada prinsipnya untuk mengganti proses manual (konvensional) dengan teknologi digital, sehingga mempercepat pengiriman data, menciptakan transparansi, menghindari manipulasi laporan dan menekan biaya operasional.

“Sistem digital dapat menekan dan meminimalisir kecurangan karena terdapat kegiatan kontrol secara digital, sehingga akan tercipta efisiensi biaya dan membantu peningkatan produktifitas industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia,” kata Ferron.

Aplikasi EPCS yang kembangkan oleh eKomoditi Indonesia juga menawarkan solusi pemetaan lahan milik perseoran. Semua aktivitas kegiatan operasional di lapangan dapat direcord hingga ke blok terkecil. Hal ini selain untuk menghindari overlapping pekerjaan sekaligus untuk pemantauan proses bisnis secara keseluruhan melalui aplikasi.

Sementara untuk software aplikasi EPLAS akan diimplementasikan untuk kantor pusat yang berada di Medan.

Sistem ini sangat bermanfaat untuk perhitungan laba rugi usaha perkebunan, menunjang proses perencanaan dan eksekusi program agar berjalan tepat waktu dan sasaran, memberikan informasi yang aktual dan terpercaya sehingga memudahkan manajemen dalam pengambilan keputusan, serta memastikan masing-masing estate berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Awal bulan ini telah diselenggarakan kick-off meeting dengan melibatkan seluruh key-user dan end-user dari semua lini bisnis. Seremonial ini digelar sebagai tanda dimulainya rangkaian proses implementasi teknologi digital.

Tahap ini sendiri direncanakan akan selesai pada Desember 2021, sehingga ditargetkan pada awal tahun depan semua operasional perkebunan milik PSU sudah menggunakan teknologi digital.



Halaman :
BERITA PILIHAN
Berita Lainnya

Kuota Penerima Beasiswa Sawit Diusulkan Sebanyak 450 Orang

Edukasi

Transformasi Digital Perkebunan Kelapa Sawit Di Masa Pandemi

Digitalisasi

Pembinaan Petani Sawit Swadaya Tanggungjawab Semua Pihak

Sustainability

Penguatan Teknologi Pengolahan Perlu Segera Dilakukan Industri Sawit

Agroteknologi

Indonesia Kembali Jadi Eksportir Terbesar Minyak Sawit Dunia

Ekonomi

Kelapa Sawit Jadikan Indonesia Produsen Biodiesel Terbesar Dunia

Energi

APROBI Apresiasi Penyesuaian Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Korporasi

Industri Minyak Nabati Dukung Penerapan Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Lingkungan

Ketua GAPKI, Kampanye Hitam Kelapa Sawit Sudah Kelewat Batas

Sustainability

Wilmar Group Lakukan Konservasi Burung Pemangsa di Kalimantan

Korporasi
Plantation Application Software

Sawit Sumbermas Kejar Target Produksi CPO Hingga Akhir Tahun 2020

Korporasi

eKomoditi Indonesia Release ePCS Versi 3.8 Dilengkapi Iris Scanner

Digitalisasi

Sebagai Sumber Energi Terbarukan, Sawit Harus Dapat Insentif Lebih

Energi

Dorong Serapan Minyak Kelapa Sawit, RSPO Dukung Konsep Shared Responsibility

Sustainability

Jepang Siap Tampung Limbah Pabrik Kelapa Sawit Hingga 15 Tahun ke Depan

Sustainability

Implementasikan Program Sawit Rakyat, PTPN III Lakukan Peremajaan

Lingkungan

Astra Grup Perluas Digitalisasi Perkebunan Sawit di Masa Pandemi

Korporasi

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Korporasi

Banyak Konsumen Tidak Mengetahui Minyak Sawit yang Berkelanjutan

Sustainability

Jambi Kekurangan Pabrik Pengolahan Sawit, Apa Dampaknya ke Petani?

Lingkungan
Plantation Application Software

Korindo Group Klaim Telah Moratorium Pembukaan Lahan sejak 2017

Sustainability

Kemenangan Joe Biden Bikin Harga CPO Tembus Level Tertinggi 2020

Ekonomi

Meski Ekspor Sempat Turun, Harga CPO Masih Kuat Nanjak

Ekonomi

Pemerintah Indonesia Pantang Mundur Lawan Diskriminasi Sawit

Agroteknologi

Buka Wawasan Para Milenial, BPDPKS Edukasi Manfaat Sawit

Edukasi

Lawan Kampanye Hitam, BPDPKS Lakukan Edukasi dan Sosialisasi

Agroteknologi

Program Peremajaan Sawit Rakyat Dinilai Pro Petani Sawit

Lingkungan

Edukasi Pencegahan Karhutla Bagi Masyarakat Terus Dilakukan Walau Masa Pandemi

Edukasi

Lewat Dukungan Dana Sawit Dari BPDP-KS, 4.529 Petani Peroleh Pelatihan

Edukasi

Data Mining dan Big Data Analysis di Perkebunan Kelapa Sawit

Digitalisasi
Plantation Application Software

GAPKI Selenggarakan Konferensi Internasional Kelapa Sawit Secara Virtual

Sustainability

Mulai Pulih, Industri Sawit Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif

Sustainability

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Ekonomi

Defisit CPO di 2025 Berisiko Ekspansi Lahan Besar-besaran

Edukasi

Industri Lagi Goyang, Ekspor Kelapa Sawit Mampu Tembus USD 10,06 Miliar

Ekonomi

Kembangkan Biodiesel, Pemerintah Kehilangan Potensi Ekspor CPO Rp 41,7 Triliun

Energi

Kelapa Sawit Semakin Berkelanjutan dengan Revolusi Industri 4.0

Digitalisasi

Aspek Teknologi Industri Kelapa Sawit Harus Berbenah

Digitalisasi

Inovasi Teknologi Optimalkan Produksi Sawit di Lahan Gambut

Lingkungan

Pupuk Kaltim Kembangkan Teknologi Pertanian Kelapa Sawit

Digitalisasi

Dukung kami menyajikan berita akurat, terpercaya dan independen. Berkontribusi sekarang melalui link Google berikut ini.

Kolom Opini

Digitalisasi Perkebunan Berpotensi Tingkatkan Profit Tanpa Perluasan Hektar
Halaman ini didedikasikan untuk memajukan proses digital transformation dunia industri perkebunan kelapa sawit Indonesia
ENGLISH CHANNEL
Lihat Semua