Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Bengkulu ini bertekad memodernisasi tata Kelola perusahaan dengan mengimplementasikan teknologi digital di semua perkebunan miliknya.
Langkah ini mulai dirintis sejak tahun 2020 dengan melakukan inisiasi transformasi digital untuk operasional di semua perkebunan kelapa sawit miliknya bekerjasama dengan eKomoditi Indonesia sebagai pengembang aplikasi khusus perkebunan.
Transformasi digital ini diharapkan dapat merampingkan operasional perusahaan secara terintegrasi dengan mengganti pencatatan data konvensional menjadi data digital agar semakin efisien. Setelah sebelumnya dalam setiap pengambilan keputusan, perseroan harus menunggu data terkumpul hingga closing, namun dengan digitalisasi saat ini semua data bisa diperoleh secara realtime.
Dengan adanya software berbasis digital ini maka kantor pusat dapat melakukan monitoring melalui aplikasi berbasis android maupun website untuk seluruh unit bisnis DSJ Group secara realtime tanpa harus terjun langsung ke site.
Proses inisiasi atau trial di lapangan berlangsung kurang lebih empat bulan pada akhir tahun 2020. Setelah tahap inisiasi selesai, pada bulan Januari 2021 dilakukan project go-live sebagai tanda dimulainya implementasi software dengan melibatkan seluruh key user dan end user dari semua unit bisnis perkebunan.
Tahap selanjutnya pada bulan April 2021 dilakukan project closure sebagai tanda bahwa transformasi digital di DSJ Group telah berhasil dilaksanakan dengan baik sesuai target.
Perubahan infrastruktur ini akan meningkatkan transparansi dalam tata Kelola perusahaan sehingga mau tidak mau akan mengubah budaya perusahaan pula. Dan secara otomatis hal ini akan mengubah kinerja masing-masing individu menjadi lebih efisien dan produktif.
Adapun transformasi digital yang diimplementasikan di DSJ Group meliputi penggunaan software aplikasi Electronic Plantation Control System (ePCS) dan Electronic Plantation System (ePLAS).
Kegunaan software aplikasi ePCS antara lain untuk meningkatkan efisiensi proses dan operasional khususnya menyangkut kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak tenaga kerja, seperti misalnya pekerjaan rutin di lapangan (infield activity) antara lain perawatan tanaman, perawatan lahan, kegiatan pemupukan, penyiangan, pemanenan dan pengangkutan buah hingga penimbangan dan sortasi.
Menurut Chief Executive Officer (CEO) eKomoditi Indonesia, Ferron Haryanto, aplikasi ePCS pada prinsipnya mengganti proses manual dengan teknologi digital, sehingga mempercepat pengiriman data, menciptakan transparansi, menghindari manipulasi laporan dan menekan biaya operasional.
“Sistem digital dapat menekan kecurangan karena terdapat kegiatan kontrol secara digital, sehingga akan tercipta efisiensi biaya dan membantu peningkatan produktivitas industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia,” kata Ferron.
Aplikasi ePCS yang kembangkan oleh eKomoditi Indonesia juga menawarkan solusi permasalahan dari penggunaan sistem lama, seperti pencatatan kegiatan lapangan untuk menghindari overlapping pekerjaan, dan pemantauan proses bisnis secara keseluruhan melalui sistem aplikasi.
Sementara untuk software aplikasi ePLAS sangat bermanfaat untuk perhitungan laba rugi usaha perkebunan, menunjang proses perencanaan dan eksekusi program agar berjalan tepat waktu dan sasaran, memberikan informasi yang aktual dan terpercaya sehingga memudahkan manajemen dalam pengambilan keputusan, serta memastikan masing-masing estate berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Dukung kami menyajikan berita akurat, terpercaya dan independen. Berkontribusi sekarang melalui link Google berikut ini.