Home / News / Agroteknologi

Pemerintah Indonesia Pantang Mundur Lawan Diskriminasi Sawit

Minggu - 22 Nov 2020, 13:22 WIB
Foto: Press Release Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Istana Kepresidenan Bogor (14/11/2020)
Editor : Joko Yuwono | Tim Redaksi

Jakarta, Warta Sawit Indonesia -- Indonesia terus berjuang melawan diskriminasi kelapa sawit. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku tidak akan tinggal diam dalam memperjuangkan komoditas unggulan Indonesia ini.

Seperti diketahui, kelapa sawit menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar. Bahkan, pada tahun 2017, komoditas ini memberi devisa sebesar US$ 23 miliar atau setara Rp 300 triliun.

"Diskriminasi beberapa negara terhadap sawit Indonesia. Indonesia selalu mengedepankan kerja sama dan kolaborasi dengan mitra-mitra kita, tapi terkait kepentingan nasional, kita harus tegas apalagi sudah masalah prinsip," katanya dalam Jakarta Food Security Summit 2020, Kamis (19/11/2020).

Penyataan tersebut tidak lepas dari hadangan, termasuk kampanye negatif oleh berbagai negara. Retno mengakui yang paling gencar adalah Uni Eropa.

Di sisi lain, ia tidak ingin kerjasama yang selama ini sudah terjadil dengan negara benua biru ternodai. Retno bahkan coba menjalin komunikasi dengan pejabat terkait melalui sambungan telpon dalam beberapa hari terakhir.

"Uni Eropa sudah lama menjadi natural partner kta. Kita memiliki banyak pandang di banyak isu internasional dengan Uni Eropa. Beberapa hari lalu saya lakukan pembicaraan telpon dengan High Representative/Vice President Komisi Eropa, seperti Menlu Uni eropa Joseph Borrel, saya sampaikan mengenai pentingnya kemitraan yang lebih kuat dan menyelesaikan isu diskriminasi terhadap sawit Indonesia," paparnya.

Retno menyebut Indonesia selalu terbuka dengan komunikasi. Namun, bukan berarti itu RI lemah dan mudah dikalahkan oleh hal yang bersifat prinsip.

"Yang kita inginkan satu, treat us fairly," sebut Retno.

"Kita tentunya ngga berhenti di kelapa sawit saja, tapi kita sepenuhnya mendukung dan terus mengawal berbagai komoditi unggulan lain Indonesia, seperti teh kopi dan lain-lain karena diplomasi Indonesia tidak ingin tinggal diam dan akan terus berdiri untuk tegak membela kepentingan nasional kita," lanjutnya.

Sebelumnya 'serangan' ke sawit dilancarkan Eropa dengan regulasi "Arahan Energi Terbarukan (Renewable Energy Directive II/RED II) Uni Eropa beserta aturan teknisnya (delegated act).

Tanaman pangan yang dianggap berisiko tinggi pada lingkungan akan dibatasi penggunaannya dan dihapuskan secara bertahap dari pasar bahan bakar nabati Uni Eropa. Kelapa sawit ikut ditetapkan sebagai tanaman pangan berisiko tinggi terhadap ILUC.

Laporan diskriminasi

Sementara itu terbaru Media Amerika Serikat (AS) Associated Press (AP) membuat laporan khusus tentang perkebunan sawit Asia Tenggara khususnya RI dan Malaysia.

Dalam laporannya yang terbit Rabu (18/11/2020), AP menulis 'perlakuan brutal' yang terjadi dalam produksi minyak sawit terhadap pekerja perempuan.

Perkebunan sawit disebut melakukan pelecehan seksual mulai dari verbal, ancaman hingga pemerkosaan. Termasuk dugaan perdagangan manusia, pekerja anak dan perbudakan langsung.

"Wanita dibebani dengan beberapa pekerjaan yang sulit dan berbahaya di industri," tulis media tersebut, mengutip lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat Indonesia Sawit Watch.

"Wanita dibebani dengan beberapa pekerjaan yang paling sulit dan berbahaya di industri."

"Banyak yang dipekerjakan oleh subkontraktor setiap hari tanpa tunjangan, melakukan pekerjaan yang sama untuk perusahaan yang sama selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Mereka sering bekerja tanpa bayaran untuk membantu suami mereka memenuhi kuota harian yang tidak mungkin dilakukan."

AP mengaku telah mewawancarai 36 perempuan di sejumlah perusahaan Indonesia dan Malaysia. Media itu juga mengatakan mewawancarai hampir 200 pekerja, aktivis, pejabat pemerintah dan pengacara.



Halaman :
BERITA PILIHAN
Berita Lainnya

eKomoditi Implementasikan IoT dan AI di Pabrik Kelapa Sawit

Lingkungan

Kuota Penerima Beasiswa Sawit Diusulkan Sebanyak 450 Orang

Edukasi

Transformasi Digital Perkebunan Kelapa Sawit Di Masa Pandemi

Digitalisasi

Pembinaan Petani Sawit Swadaya Tanggungjawab Semua Pihak

Sustainability

Penguatan Teknologi Pengolahan Perlu Segera Dilakukan Industri Sawit

Agroteknologi

Indonesia Kembali Jadi Eksportir Terbesar Minyak Sawit Dunia

Ekonomi

Kelapa Sawit Jadikan Indonesia Produsen Biodiesel Terbesar Dunia

Energi

APROBI Apresiasi Penyesuaian Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Korporasi

Industri Minyak Nabati Dukung Penerapan Tarif Pungutan Ekspor Sawit

Lingkungan

Ketua GAPKI, Kampanye Hitam Kelapa Sawit Sudah Kelewat Batas

Sustainability
Plantation Application Software

Wilmar Group Lakukan Konservasi Burung Pemangsa di Kalimantan

Korporasi

Sawit Sumbermas Kejar Target Produksi CPO Hingga Akhir Tahun 2020

Korporasi

eKomoditi Indonesia Release ePCS Versi 3.8 Dilengkapi Iris Scanner

Digitalisasi

Sebagai Sumber Energi Terbarukan, Sawit Harus Dapat Insentif Lebih

Energi

Dorong Serapan Minyak Kelapa Sawit, RSPO Dukung Konsep Shared Responsibility

Sustainability

Jepang Siap Tampung Limbah Pabrik Kelapa Sawit Hingga 15 Tahun ke Depan

Sustainability

Implementasikan Program Sawit Rakyat, PTPN III Lakukan Peremajaan

Lingkungan

Astra Grup Perluas Digitalisasi Perkebunan Sawit di Masa Pandemi

Korporasi

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Korporasi

Banyak Konsumen Tidak Mengetahui Minyak Sawit yang Berkelanjutan

Sustainability
Plantation Application Software

Jambi Kekurangan Pabrik Pengolahan Sawit, Apa Dampaknya ke Petani?

Lingkungan

Korindo Group Klaim Telah Moratorium Pembukaan Lahan sejak 2017

Sustainability

Kemenangan Joe Biden Bikin Harga CPO Tembus Level Tertinggi 2020

Ekonomi

Meski Ekspor Sempat Turun, Harga CPO Masih Kuat Nanjak

Ekonomi

Buka Wawasan Para Milenial, BPDPKS Edukasi Manfaat Sawit

Edukasi

Lawan Kampanye Hitam, BPDPKS Lakukan Edukasi dan Sosialisasi

Agroteknologi

Program Peremajaan Sawit Rakyat Dinilai Pro Petani Sawit

Lingkungan

Edukasi Pencegahan Karhutla Bagi Masyarakat Terus Dilakukan Walau Masa Pandemi

Edukasi

Lewat Dukungan Dana Sawit Dari BPDP-KS, 4.529 Petani Peroleh Pelatihan

Edukasi

Data Mining dan Big Data Analysis di Perkebunan Kelapa Sawit

Digitalisasi
Plantation Application Software

GAPKI Selenggarakan Konferensi Internasional Kelapa Sawit Secara Virtual

Sustainability

Mulai Pulih, Industri Sawit Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif

Sustainability

Pengusaha Sawit Targetkan Produksi 49 Juta Ton CPO di 2021

Ekonomi

Defisit CPO di 2025 Berisiko Ekspansi Lahan Besar-besaran

Edukasi

Industri Lagi Goyang, Ekspor Kelapa Sawit Mampu Tembus USD 10,06 Miliar

Ekonomi

Kembangkan Biodiesel, Pemerintah Kehilangan Potensi Ekspor CPO Rp 41,7 Triliun

Energi

Kelapa Sawit Semakin Berkelanjutan dengan Revolusi Industri 4.0

Digitalisasi

Aspek Teknologi Industri Kelapa Sawit Harus Berbenah

Digitalisasi

Inovasi Teknologi Optimalkan Produksi Sawit di Lahan Gambut

Lingkungan

Pupuk Kaltim Kembangkan Teknologi Pertanian Kelapa Sawit

Digitalisasi
ENGLISH CHANNEL
Lihat Semua